Select Page

Jual Batik di Bandung

Bandung tidak hanya menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Bandung juga menjadi kota metropolitan terbesar ke empat setelah Jakarta, Surabaya dan Medan. Bandung berhasil tumbuh menjadi pusat perdagangan baik secara lokal maupun regional serta menjadi pusat industri. Banyak julukan yang disematkan untuk Kota Bandung seperti Kota Kembang, Paris Van Java, hingga Surga Kuliner.

Bandung Menjadi Pusat Fashion dan Industri Tekstil Termasuk Batik

Bandung tidak hanya menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, Bandung juga menjadi pusat industri tekstil di Indonesia, hingga Bandung mendapatkan julukan sebagai kota Paris Van Java.

Berbicara tentang fashion, Bandung sudah menjadi trade center sejak era kolonial, oleh karena itu muncullah istilah Bandung Paris Van Java yang mana pada saat para bangsawan yang berkewarganegaraan Belanda menempati wilayah Bandung, dan para bangsawan pribumi banyak yang melihat dan meniru tentang bagaimana cara berpakaian mereka. Pada saat itu juga ada bangsawan belanda  yang kagum terhadap pakaian yang dikenakan oleh masyarakat Indonesia, yaitu batik. 

Kedudukan Bandung sebagai pusat fashion masih berlaku hingga saat ini. Terbukti dengan banyaknya outlet atau gedung – gedung sebagai pusat perdagangan yang bergerak dibidang tekstil. Salah satunya adalah Pasar Baru Trade Center, tidak hanya para wisatawan, para warga lokal pun sering mendatangi tempat ini untuk berbelanja bahan – bahan tekstil. Karena  selain harga jual yang lebih ekonomis, tempat ini memiliki banyak toko yang lengkap. 

Sejarah Singkat Penggunaan Batik

Jika kita melihat kepada sejarah, pada saat itu batik hanya bisa digunakan oleh para bangsawan di kerajaan.

Batik menjadi salah satu bagian yang ikut meramaikan dunia industri tekstil. Batik juga menjadi salah satu identitas masyarakat Indonesia, karena batik bisa digunakan oleh semua kalangan dan bisa hadir dalam beberapa acara formal maupun non formal. Semakin berkembangnya zaman, semakin banyak pula inovasi yang dilakukan oleh para pengrajin batik untuk bisa memenuhi kebutuhan para konsumennya.

Jika kita melihat kepada sejarah, pada saat itu batik hanya bisa digunakan oleh para bangsawan di kerajaan. Tidak hanya itu motif dan warna yang digunakannya pun terbatas, dikarenakan ada ketentuan tertentu yang diberikan oleh pihak kerajaan. Dan di era saat itu juga batik tidak bisa diperjual belikan secara bebas kepada masyarakat.

Motif Batik Bandung

Setiap daerah akan memiliki motif khas tertentu, baik di ambil dari lambang atau simbol daerah tersebut atau kebiasaan dari masyarakat yang sering dilakukan. Untuk di daerah Bandung tersendiri, motif batik hadir dengan gambar Jembatan Pasupati, Angklung dan Bunga Patrakomala. Bunga Patrakomala adalah bunga khas Bandung yang berwarna merah dan dipadukan dengan tepian berwarna kuning, semua motif ini di buat oleh Haji Komarudin Kudiya.

Pada saat ini batik sudah bisa ditemukan di beberapa toko maupun pusat perbelanjaan yang tersebar di kota – kota. Salah satunya di Pasar Baru Trade Center Bandung, ada banyak toko yang menjual bahan tekstil terutama batik. Akan tetapi jika anda bingung mencari kain batik, ada satu toko yang menjual produk kain batik dengan harga yang ekonomis dan kualitas bahan yang tidak biasa. Toko Inagi batik yang beralamat di Jl Otista no 70 Lantai 1 Blok B1 no 44 – 45, Kb. Jeruk, Kec. Andir, Kota Bandung, Jawa Barat 40181. Menyediakan berbagai jenis kebutuhan kain batik untuk anak, remaja hingga dewasa.

Jenis Motif Batik Bandung

Jika kita berbicara mengenai motif batik, ternyata belum banyak orang yang mengetahui tentang motif batik khas Bandung, yang sudah pasti melekat dengan pengaruh dari kerajaan Pakuan Pajajran yang pada saat itu mengusai daerah Bandung.

Motif – motif khas dari Bandung juga di jelaskan dalam naskah kuno yang memiliki judual Siksa Kanda Ing Karesian. Naskah ini ditulis pada tahun 1518 yang berisi tentang falsafah kehidupan, tata Kelola pemerintahan dan istilah – istilah motif batik yang digunakan pada masa itu. Ada sekitar 17 motif yang tercantum, salah satunya adalah motif Ragen Penganten dan Wijayakusuma.

Akan tetapi pada saat kepempimpinan wali kota Aa Tarmana, muncullah perpaduan modifikasi motif Burung Cangkurileung dan Bunga Patrakomala. Tidak hanya itu, motif – motif ini mulai dipadukan lagi dengan motif angklung, kujang, boomerang dsb. Hingga kini, batik bermotif cangkurileung dan bunga patrakomala dianggap sebagai batik khas Bandung.

Bahan Batik Bandung
Kain Mori
Kain Mori adalah kain yang memiliki tekstur yang halus

Kain mori menjadi bahan utama dalam pembuatan batik karena kemudahan pemrosesan serta teksturnya yang begitu halus. Kain ini merupakan kain tenun yang terbuat dari kapas. Terdapat dua jenis kain mori, yaitu kain mori yang sudah mengalami pemutihan dan kain mori yang belum diputihkan (kain blacu).

Kain Katun
Karakter dari kain ini adalah bahannya yang sedikit kaku dan mudah menyerap keringat sehingga cukup adem ketika dipakai

Kain katun sudah umum dipergunakan sebagai bahan pakaian, termasuk batik. Terbuat dari serat kapas yang dipintal menjadi benang dan diolah menjadi kain. Karakter dari kain ini adalah bahannya yang sedikit kaku dan mudah menyerap keringat sehingga cukup adem ketika dipakai. Katun pun banyak jenisnya dan terdiri atas beberapa tingkatan yang dibedakan berdasarkan kehalusan dan ketebalannya.

Kain Paris
Kain paris memiliki tekstur yang lembut, tipis, dan cenderung menerawang.

Kain paris memiliki tekstur yang lembut, tipis, dan cenderung menerawang. Bahannya mudah untuk dikreasikan dan enak dilihat karena ‘jatuh’ dan menjuntai dengan indah.